Polres Wonosobo Gandeng Tim Survei Patron Dari UI Untuk Menguji Kemacetan Jalur Wisata Dieng

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

WONOSOBO – Polres Wonosobo menggandeng Tim Survei Patron dari Universitas Indonesia untuk mengkaji persoalan kemacetan di jalur wisata Dieng. Kepolisian tidak hanya menyiagakan personel saat arus kendaraan mulai padat, tetapi mendorong penanganan berbasis data agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) “Dieng Lancar Wisata Nyaman” di Aula Endra Dharmalaksana, Kamis, 20 Agustus 2026. Forum ini mempertemukan kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, pengelola objek wisata, pelaku usaha pariwisata, pengusaha travel, tour organizer, Paguyuban JIP Dieng hingga para pelaku jasa wisata.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan persoalan Dieng perlu ditangani melalui penelitian dan data empiris. Menurut dia, hasil kajian nantinya akan diserahkan kepada Bupati Wonosobo dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.

“Penyusunan kebijakan penanganan masalah Dieng harus didasarkan pada penelitian dan data empiris agar tepat sasaran,” kata Ricky dalam forum tersebut.

Pelibatan Patron UI menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi demografi, pola pergerakan kendaraan, persepsi masyarakat, serta kebutuhan pelayanan di kawasan Dieng. Ricky meminta seluruh pihak menyampaikan kondisi lapangan secara terbuka sehingga hasil kajian tidak bias dan dapat menjadi dasar kebijakan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Di sisi operasional, Satlantas Polres Wonosobo telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Personel ditempatkan sejak dini di titik-titik yang menjadi sumber kepadatan, terutama Pintu Langit, Gardu Pandang, Batu Angkruk, Watu Angkruk dan Sikapuk. Polisi juga menempatkan personel di tanjakan dengan kemiringan sekitar 15 persen untuk mengantisipasi kendaraan mogok maupun parkir di bahu jalan.

Polres Wonosobo menyiapkan ganjal kendaraan dan kendaraan derek di sekitar pos Gardu Pandang. Koordinasi dengan petugas parkir di setiap objek wisata juga dilakukan untuk mencegah kendaraan keluar-masuk kawasan wisata menghambat arus utama.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto mengatakan persoalan utama di jalur Dieng adalah ketidakseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan dan lahan parkir. Pada masa libur Lebaran 2026, jumlah pengunjung objek wisata Dieng tercatat mencapai 530.150 orang dengan lebih dari 21.500 kendaraan roda dua dan roda empat.

Kondisi jalan yang sempit, menanjak dan berkelok membuat kendaraan yang mogok dapat dengan cepat memicu antrean dari dua arah. Persoalan juga muncul ketika pengendara mengambil jalur berlawanan untuk mendahului antrean sehingga kendaraan dari arah berlawanan bertemu dan menyebabkan arus berhenti.

Kajian lintas sektor dalam forum tersebut juga mengarah pada solusi yang tidak hanya bersifat kepolisian. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengusulkan penyediaan kantong parkir berkapasitas besar yang terhubung dengan moda shuttle. Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mendorong perubahan orientasi dari mass tourism menuju quality tourism dengan memperhitungkan daya dukung kawasan.

Akademisi Dr. Ahmad Khoiri menilai persoalan kemacetan perlu ditangani dalam tiga tingkatan. Pada tingkat mikro, rekayasa lalu lintas dilakukan langsung ketika kemacetan terjadi. Tingkat mezo mencakup pembatasan kendaraan pribadi, penyediaan kantong parkir dan shuttle publik. Adapun tingkat makro membutuhkan penataan ruang jangka panjang.

Ia juga mendorong integrasi data antarinstansi, mulai dari volume dan kecepatan kendaraan, kapasitas jalan, pola asal-tujuan wisatawan, kondisi infrastruktur, hingga data angkutan umum. Teknologi seperti pemantauan lalu lintas secara real-time dan sistem reservasi perjalanan terintegrasi juga dinilai dapat membantu mengendalikan pergerakan kendaraan menuju Dieng.

Bagi Polres Wonosobo, FGD tersebut menjadi langkah awal untuk mengubah pola penanganan kemacetan dari sekadar respons di lapangan menjadi mitigasi berbasis kajian. Kepolisian tetap menempatkan pengaturan lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas, sembari mendorong solusi lintas sektor untuk mengendalikan arus kendaraan di kawasan wisata.

Dengan menggandeng Patron UI dan melibatkan pemerintah daerah serta pelaku pariwisata, Polres Wonosobo berharap penanganan jalur Dieng dapat dilakukan secara lebih terukur. Tujuannya bukan sekadar mengurai antrean kendaraan saat musim liburan, tetapi membangun sistem lalu lintas yang mendukung keamanan, kenyamanan wisatawan, aktivitas ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan kawasan Dieng.

Kjn

Follow WhatsApp Channel karyajurnalisnusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Wonosobo Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak melalui Rakor Lintas Sektoral
Di duga Kurangnya pengawasan,pengangsu BBM Bersubsidi bebas beroperasi di beberapa titik SPBU Bumiayu
Wonoroto Dicanangkan sebagai Kampung Bebas dari Narkoba, Program Akan Diperluas ke Wilayah Lain
Raih Juara 1 Defile E-Sport Kapolri Cup, SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Terima Penghargaan
Sambut HUT TNI ke-81 Dan HUT ke 76 Kodam IV/Dip, Kodim 0707/Wonosobo Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tieng
Kapolres Wonosobo Ajak Perangkat Desa Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Pilkades
Polres Wonosobo Gelar Apel Penghargaan, Bupati Apresiasi Sinergi Jaga Kamtibmas
Polres Wonosobo Salurkan Bantuan dan Trauma Healing untuk Korban Kebakaran di Tieng
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:51 WIB

Polres Wonosobo Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak melalui Rakor Lintas Sektoral

Senin, 21 September 2026 - 18:52 WIB

Di duga Kurangnya pengawasan,pengangsu BBM Bersubsidi bebas beroperasi di beberapa titik SPBU Bumiayu

Senin, 21 September 2026 - 12:42 WIB

Wonoroto Dicanangkan sebagai Kampung Bebas dari Narkoba, Program Akan Diperluas ke Wilayah Lain

Senin, 21 September 2026 - 12:22 WIB

Raih Juara 1 Defile E-Sport Kapolri Cup, SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Terima Penghargaan

Sabtu, 19 September 2026 - 01:12 WIB

Kapolres Wonosobo Ajak Perangkat Desa Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Pilkades

Berita Terbaru